Love Life Care Smile Happiness :)

Enjoy your life with loving and caring everything, everyone around you....
:)

:)

Gara-gara Gestalt

Tetiba pikiran saya melayang, nggak konsen mau ngapa-ngapain dan ada sedikit idelisme yang terganggu. Seketika saya teringat ajaran dari Eyang Gestalt yang memandang segala sesuatu secara UTUH, tanpa terpisah-pisah. Pemikiran yang sempurna, menilik dari sudut terkecil, dan menuangkannya menjadi SATU KESATUAN.

Gestalt Theory lahir di Jerman tahun 1912 yang dipelopori dan dikembangkan oleh Max Wertheimer (1880 – 1943), meneliti tentang pengamatan dan problem solving, dari pengamatannya ia menyesalkan penggunaan metode menghafal di sekolah, dan menghendaki agar murid belajar dengan pengertian bukan hafalan akademis.

Saat kuliah saya termasuk yang sering ngantuk ketika membaca buku-buku tentang Sejarah dan Aliran Psikologi. Padahal dosen saya sangat menyenangkan mengajarnya, alhasil saya sering membentuk pemahaman sendiri dalam otak saya. Pasti jadinya sok tau. Termasuk pemahaman tentang Gestalt.

Belakangan saya menjadi pengagum paham ini. Pemahaman mengenai teori Gestalt sangat dipengaruhi oleh pengalam hidup, lingkungan, dan bahkan pengetahuan yang dimiliki. Gampangnya, bagaimana kita bisa belajar memahami ‘sesuatu’ secara keseluruhan kalau kita tidak mau belajar mengenal ‘sesuatu’ itu sendiri. Masuk akal nggak?

Sewaktu masih aktif mengajar baik homeschooling, privat, ataupun secara formal ketika mengikuti program Indonesia Mengajar, saya selalu ingin memahami keadaan anak didik secara utuh, dari banyak sudut pandang. Harusnya saya memang mengumpulkan informasi tentang mereka secara mendetil supaya saya tidak mudah lelah dalam mengajar. Ada sebab pasti ada akibat kan?

Tapi nggak semua orang juga sependapat dengan pikiran saya tentang Gestalt. Sekarang saya dibenturkan kepada profesi sebagai editor. Bidang yang benar-benar baru untuk saya. Ketika saya harus membaca naskah dan memberi masukan apakah naskah ini layak untuk diterbitkan atau tidak, saya kembali memakai teori Gestalt. Terdengar melelahkan, ribet, lama, capek, but yes i did!

Ketika memilih dan membaca naskah yang masuk, seringkali saya mencoba membaca beberapa halaman di awal. Feelingitu mengalir begitu saja, pendapat cerita layak dan tidak, tulisan sangat bagus atau bagus saja. Terkadang merasa pengetahuan yang saya miliki sangat sedikit, dan akhirnya saya pun tertarik untuk mengenal siapa si penulis. Jangan ditanya bagaimana caranya. Ada penulis yang sok misterius, ada juga penulis yang sangat terbuka membeberkan siapa dirinya. Dan saya masih mencarinya, browsing namanya. Alasannya sederhana, saya ingin mengetahui siapa dia, latar belakangnya hingga dia menulis naskah seperti itu.

Mungkin juga ini memang efek karena saya lulusan Psikologi, jadi sok-sok-an menilai dan melihat secara keseluruhan, dengan utuh. Maunya sih begitu. Saya ingin sekali belajar menilai semua hal dari segala macam sudut pandang. Bisa saja satu orang yang mengirimkan lebih dari satu naskah, belum tentu kedua naskahnya layak diterbitkan atau bahkan bisa jadi keduanya layak diterbitkan. Namun umumnya ketika melihat satu nama kemudian naskahnya kurang menarik, nggak lantas ingin membaca naskah yang satunya tapi langsung ditebak "ah paling sama….".

Untuk beberapa naskah memang kejadian, semua naskah yang dikirimkan kurang menarik tapi ada kejadian mungkin masih bisa dibuat menjadi menarik. Semoga saya tidak menzolimi orang lain ketika membuat keputusan. Semoga….semoga….dan semoga….semoga saja…

Kalau Gestalt mengajarkan menilai secara utuh. Saya sepaham bahwa memang dalam hidup kita harus lebih bijak menilai dari banyak sudut pandang, mengerahkan semua pengetahuan untuk memutuskan sesuatu….

Semua memang gara-gara Gestalt, saya terpengaruh olehnya…..

Palmerah Barat,

Tala

Thank you dearerst diar, dhila, nenek. High school never end! ♥

Reuni memori ;)

Happy long weekend!

Hahahaha masih dalam edisi long weekend (bagi yang merayakannya) :D
Kemarin Sabtu saya ke mall, hahaha iya mendadak sering jadi anak mall demi ketemu temen-temen. Yeah, well cuma mall yang dipunyai Jakarta dan bisa dijadikan centre point kalau janjian sama orang. Kemarin saya bertemu dengan teman kuliah dan teman SMA, what a funny day! :)

Reuni pertama, dari yang awalnya janjian berberapa orang akhirnya malah jadi cuma berdua jadi semacam nge-date, hahahaha. Obrolan kami mengalir karna memang sepemikiran. Saya masih begini-begini saja tapi teman saya benar-benar sudah membangun karirnya. Dia tetap bekerja untuk passion dan mimpi besarnya memiliki sebuah sekolah. Cool!

Dia pun masih menenteng buku yang bagi saya menjadi kitab, buku The Ultimate U nya mas Rene. Akhirnya bagi kami bekerja memang harus melibatkan hati dan berjuang untuk impian yang lebih besar. Siang kemarin juga kami langsung membuat rancangan project kecil untuk almamater tercinta. Hanya dengan dua orang pun masih bisa bergerak untuk sesuatu yang besar nantinya. Aaammiiinn.

Sore hari kami pindah mall. Iya dari sency pindah ke GI. Gimana anak mall banget kan? *males* hahahaha. Saya nunut mobil teman dan akhirnya kami pisah di GI.

Reuni sesi dua yang jauh lebih menyenangkan. Ketemu temen-temen baik semasa SMA. We called it ‘BFF’, Best Friend Forever. Assssyiiiiikkk ♥

Ngobrol sana sini, salah satu dari kami akan menikah tahun ini sedangkan tiga lainnya masih stay awet menjomblo dari jaman sekolah hahahaha. Yang mau nikah masih awet sama pacarnya dari SMP. Mentok. Itu kali yang namanya mentok ya. Stuck. Hihihi

Lucu banget, walaupun usia bertambah tapi kelakuan, kesukaan, dan bahkan selera makanan-musik-juga cowok masih sama! Hahahaha. Dari ngobrolin hal penting sampe nggak penting sama sekali tapi rasanya FRESH! ♥

Thank you dear ♥

Ditolak dan menolak

Haloooo…
Sebetulnya ingin cerita sedari kemarin tapi saya nggak senpat hehehehe *alasan*

Tulisan ini bukan tentang percintaan apalagi pernikahan. Ini tentang sebuah pekerjaan yang harus menolak dengan berat namun tetap harus dilakukan. Bagaimana dengan hati? Harus jujur. Hehehe

Buat orang-orang yang hobi menulis dan bermimpi menjadi penulis, membuat sebuah buku menjadi sebuah impian yang mutlak. Apalagi buku yang ditulis bisa menjadi best seller dan bermanfaat serta menginspirasi orang banyak. Siapa coba yang nggak mau? Saya pun ingin sekali menghasilkan karya yang bermanfaat untuk banyak orang yang membacanya.

Lalu, bagaimana dengan cerita di balik layar hingga sebuah buku bisa diterbitkan plus laku di pasaran?

Saya yakin setiap orang yang suka menulis, selalu menulis dengan hati. Setiap penulis pasti melibatkan hati untuk menulis. Bayangkan saja seorang penulis harus merelakan waktu untuk menulis demi membagikan ide dan ilmunya kepada khalayak. Lalu, mengapa ‘pengorbanan’ mereka masih saja ditolak di meja redaksi sebuah penerbitan buku? *bahasanya lebay* hehehe

Proses sebuah buku bisa terbit sangat panjang namun seru. Ketika sebuah naskah masuk ke meja redaksi itu artinya penulis harus sudah siap dengan keputusan yang akan diberikan oleh penerbit. Apakah diterima atau kah ditolak? *usep-usep dada biar lapang*

Dalam sehari bukan satu atau dua naskah yang masuk ke redaksi. Bahkan naskah yang menumpuk di redaksi jumlahnya ratusan. Sedangkan tim editor yang ada jumlahnya tidak sebanyak naskah yang masuk, belum lagi spesialisasi bidang dari masing-masing editor. Kami sebagai editor wajib membaca naskah-naskah yang masuk. Bagi yang nggak suka membaca jangan sekali-sekali mencoba apply posisi kerja sebagai editor hehehehe *ngancem*

Setelah masing-masing editor membaca naskah, di penghujung minggu akan ada rapat naskah. Naskah yang sudah dibaca akan didiskusikan dan akan ada lebih dari satu editor yang berpendapat dan saling menanggapi naskah yang dibaca. Kerja tim kan? ;)

Apabila ada naskah yang ‘sreg’ maka akan ada kemungkinan diterbitkan menjadi buku. Atau opsi lain apabila naskah memiliki ide yang menarik namun kemasan dinilai kurang menarik, maka tim redaksi akan menghubungi penulis dan berdiskusi, memberi masukan. Menulis memang bebas tanpa batas tapi jika menulis sudah masuk dunia industri ada ‘pakem’ yang mau nggak mau suka nggak suka harus diikuti. Apalagi kalau bermimpi buku yang kita tulis ada di setiap toko buku besar di kota-kota besar. Gimana masih mau apa nyerah? :p

Setelah ada kabar dari redaksi barulah masuk ke step selanjutnya. Editing naskah hingga ‘layak’ cetak, layout dan design buku. Pemeriksaan akhir pun masih melibatkan tim lho. Udah fix? Masih ada kontrak tentang bukunya lho. Hehehe kalau dibayangin memang nggak mudah. Makanya tetaplah berkarya sebaik mungkin. Kalau mau naskahnya langsung terbit buatlah naskah sebaik mungkin dengan ide cerita dan konten semenarik mungkin ya. Everything is possible :)

Semangat berkarya ya! Kami tunggu karya-karya terbaik kalian ya :)

Sudah punya naskah? Bisa langsung kirimkan naskahmu melalui email redaksi.kpg@gramediapublishers.com dan harap sabar kalau responsnya kurang cepat ya. :)

Salam sukses bersemangat,
-Tala-

Apa kabar rambutmu?

Selamaaaatt pagi menjelang siang… hari Jum’at rasa Minggu, libur menjadi barang mahal untuk buruh korporasi ya, hehehe. Niat hati bangun siang karena memang sedang ‘libur’ eh tetap saja bangun pagi. Sekitar jam 6.30 sudah terang benderang mata saya. Indahnya… ♥

Sambil beres-beres rumah, nyetrika, membabu dulu ya, saya nyalakan televisi dan memilih salag satu channel tv yang penuh informasi. Daaannn sampailah pada satu tayangan informasi mengenai ‘merawat rambut’. Narasumbernya pun seorang dermatoligist, dr. Maya…

Ada beberapa hal yang saya ingat dan catat sampai akhirnya ingin membagikan melalui media ini.

Pertama, nggak usah khawatir rambut rusak dan rontok bagi wanita berjilbab, ada beberapa cara untuk merawat rambut kita lho. :)

Pertama, ternyata makanan yang banyak mengandung vitamin A kurang baik untuk kesehatan rambut, misalnya terlalu banyak meminum juice wortel. Waduh padahal juice wortel minuman favorit saya! Hahahaha

Kedua, kerontokan rambut bisa dipengaruhi hormon dan bersifat diturunkan. Jadi kalau orangtua kita memiliki riwayat kerontokan rambut bahkan hingga botak bisa jadi kita akan menurunkan kerontokan itu. Tapiiiii jangan khawatir ternyata kerontokan rambut ini banyak terjadi dan diturunkan untuk kaum laki-laki lho. Subhanallah ya, padahal wanita yang berjilbab eh tapi laki-laku yang lebih cepat botak rambutnya *eh* *melipir kabur*

Ketiga, perhatikan asupan gizi dalam makanan yang kita makan. Orang yang sengaja diet untuk menurunkan berat badan cenderung berisiko mengalami kerontokan rambut. Konon katanya karena asupan gizi dan nutrisinya yang berkurang. Nah lho?

Keempat, ternyata terlalu sering dan banyak mengkonsumsi vitamin atau pun nutrisi apapun yang berkaitan dengan perawatan kulit bisa mempercepat kebotakan pada rambut lho. Sering kan ya lihat di kapsul-kapsul atau pun vitamin-vitamin yang katanya bisa mengencangkan kulit dan membuat kulit sehat ternyata ada kandungannya yang berisiko untuk kesehatan rambut.

Kelima, buat yang hobi keramas seperti saya harus memperhatikan hal ini. Ternyata keramas setiap hari membuat akar-akar rambut menjadi tidak kuat. Masih kata dr. Maya, kadar shampoo yang kita pakai bisa tahan hingga 4 hari. So, kita ambil jalan tengahnya keramas yang baik dan sehat bisa dilakukan setiap 2 atau 3 hari sekali. Waahh sekalian menghemat shampoo ini yah, hehehe. Daannnn shampoo yang mengandung anti dandruf juga tidak terlalu baik digunakan sering-sering. Jadi kalau mau rajin keramas justru lebih baik menggunakan daily shampoo. Ada kan ya di kemasan shampoo informasi jenis shampoonya. Lucunya shampoo bayi tidak apa-apa digunakan setiap hari untuk dewasa juga. Lah kok bisa? Logikanya bayi itu setiap hari dikeramasin tapi shampoo yang digunakan memang aman untuk akar rambut dan kulit kepala bayi. Setuju? ;)

Keenam, buat ibu-ibu yang hobi perawatan rambut seperti creambath, masker rambut, dll harus memperhatikan ini nih, sejauh mana kerontokan rambut kita? Kalau ada indikasi rontok, sebaiknya lakukan creambath dingin tidak disteam. Gunakan handuk dengan air dingin, untuk mengurangi risiko kerontokan rambut nih. Terpenting mintalah ke salon untuk menggunakan krim yang mengandung avokad karena sangat baik untuk rambut.

Ketujuh, sering lihat ibu-ibu pejabat dengan rambut yang disasak tinggi menjulang? Nah! Kalau bisa kurangi kebiasaan menyasak rambut karena akan merusak kekuatan rambut. Begitu pun yang hobi ngeblow, catok, rebonding atau apapun yang sifatnya ‘memaksa’ rambut lebih berisiko membuat rambut rontok. Hiiii serem, mendingan berjilbab saja deh :p

Kedelapan, untuk kita yang berambut panjang dan lebih senang mengikat rambut. Perhatikan jenis ikat rambut yang digunakan ya. Jangan menggunakan karet pasar untuk mengikat rambut. Gunakan kain yang diberi karet untuk mengikat rambut dan ikatlah rambut tidak terlalu kencang ya. Semakin kencang ikatannya maka akan semakin cepat rontok rambut kita. Penting juga nih untuk perempuan berjilbab ya. Hehehe

Kesembilan, kalau ini favorit saya! Ternyata kacang hijau dan avocado (alpukat) amat sangat baik untuk kesehatan rambut kita lho. Woooww…tapi menurut saya khasiatnya jadi optimal kalau yang kita makan bukan makanan atau minuman olahan dalan kemasan ya. Setuju? ;)

Kesepuluh, penyakit yang bersifat kronis bisa menyebabkan kerontokan hingga kebotakan rambut. Penyakit yang disertai demam dan berkepanjangan berisiko mempercepat rambut rontok. Ngeri yah…. :(

Kesebelas, jaga rambutmu, sayangi dan rawatlah mahkota kita dengan sepenuh hati. Berjilbab nggak akan merusak rambut kok. Stay healthy stay fresh stay young and stay POWERFUL! ;)

Salam sehat penuh semangat,
-Tala- :)

Silakan ikut miring melihat foto ini hehehehe. Dulu waktu di Majene saya meninggalkan buku ini untuk pemuda di sana. Pas di Jakarta secara nggak sengaja ketemu Uda Iwel dan istrinya, Mbak Kiki. Kenalan lalu tukeran pin bbm dan saya dikirimkan buku ini yg sudah berisi kata motivasi dr Uda Iwel Sastra (pelopor Stand Up Comedy di Indonesia). Subhanallah Alhamdulillah…. apa ya ini namanya? Surprise! ♥♥♥